SPH Lippo Cikarang Presented a Pinocchio Musical Drama: “No Strings Attached”
16 Jun 2017

Kisah Pinokio, boneka kayu yang dapat berbicara dan hidup seperti anak-anak pada umumnya, telah menjadi kisah dongeng yang sangat dikenal dan tak lekang oleh waktu. Pada hari Sabtu, 3 Juni 2017, Sekolah Pelita Harapan (SPH) Lippo Cikarang mengadakan pertunjukan drama musikal Pinokio berjudul “No Strings Attached” di Gedung Kesenian Jakarta. Siswa/i SPH Lippo Cikarang dari seluruh jenjang, mulai dari Junior hingga Senior School, terlibat dalam pertunjukan drama musikal ini. Pertunjukan diadakan dua kali pada pukul 14.00 dan 18.30 WIB dengan total 616 tiket yang terjual. Para siswa, orang tua, anggota keluarga, guru-guru dan staff SPH, perwakilan sekolah-sekolah lain yang diundang, maupun sponsor menghadiri pertunjukan yang begitu menarik ini.

“No Strings Attached” menampilkan adaptasi musikal dari novel anak-anak “The Adventures of Pinocchio” karya Carlo Collodi (1883), yang diproduksi ulang berdasarkan pada naskah dan aransemen musik dari Mary Donnelly dan George L. O. Strid. Kisah ini dimulai dengan seorang bapak bernama Geppetto yang tidak memiliki anak, dan memperlakukan Pinokio seperti anaknya sendiri. Dengan bantuan dari peri, Pinokio menjadi boneka kayu yang hidup dan selalu bermimpi untuk menjadi seorang anak sungguhan. Agar dapat mencapai hal tersebut, ia harus menjadi pribadi yang mengerti arti cinta, tanggung jawab, ketaatan, dan dapat membedakan hal yang benar dan yang salah.

Dalam petualangannya akan pencarian identitas, Pinokio tidak selalu jujur dan memilih jalan yang benar, bahkan seringkali tidak melakukan nasihat baik dari Geppetto. Namun pada akhirnya itu semua membawa dirinya kepada pelajaran berharga akan pentingnya ketaatan, rasa hormat, dan kejujuran. Pinokio diceritakan pergi meninggalkan Geppetto dan ia merasa begitu kehilangan. Geppetto pun pergi mencari anaknya itu. Pinokio akhirnya menyadari akan cinta kasih Geppetto kepada dirinya dan berubah menjadi anak sungguhan. Mr. Gavin Neale selaku Head of School menyatakan bahwa usaha Geppetto mencari Pinokio mengingatkan beliau akan kisah Anak yang Hilang dalam Injil Lukas.

“Gambaran akan pencarian Geppetto akan Pinokio, walaupun ada banyak kesalahan yang dilakukan kepada Geppetto, mengingatkan saya akan kisah dari Anak yang Hilang yang diceritakan Yesus dalam Lukas 15. Ketika anda menyaksikan pertunjukan ini, saya harap anda juga diingatkan akan betapa besarnya kasih Bapa kita di surga bagi setiap kita,” tutur beliau.

Beliau juga menyampaikan apresiasinya bagi semua yang sudah berpartisipasi dalam menyukseskan pertunjukan ini. Segenap dedikasi, kerja keras dan pengorbanan terbayar dengan kesuksesan dan kemeriahan pertunjukan pada hari itu. Seluruh proses persiapan hingga hari pertunjukan telah melatih setiap siswa yang terlibat untuk bekerja sama dalam tim, melatih ketekunan, mengasah bakat dan talenta, mengembangkan kepercayaan diri serta keterampilan berbicara di depan umum. Kiranya melalui acara seperti ini, siswa/i SPH dapat mengembangkan segenap bakat, dan talenta yang sudah Tuhan berikan bagi kemuliaan nama-Nya.

The tale of Pinocchio, a wooden puppet that can talk and do things as a child, has been a well-known and everlasting fairy tale. On Saturday, June 3, 2017 Sekolah Pelita Harapan (SPH) Lippo Cikarang held a Pinocchio musical drama show titled “No Strings Attached” in Jakarta Art Building. Students of SPH Lippo Cikarang, starting from Junior to Senior School, participated in this musical drama. The show was conducted twice, at 2 PM and 6.30 PM with total of 616 tickets sold. Students, parents, families, teachers and staff, representatives of other schools, and also sponsors attended this exciting show.

“No Strings Attached” presented the musical adaptation of children’s novel “The Adventures of Pinnochio” by Carlo Collodi (1883), which was reproduce based on the script and scores of Mary Donnelly and George L. O. Strid. The story begins with a childless man called Geppetto who treats Pinocchio as his own son. With the assistance of a fairy, Pinocchio becomes a living wooden puppet and always dreams to be a real boy. To achieve this dream, he has to become a loving, responsible, respectful, obedient person and also know how to discern between what is right and wrong.

In the adventure of seeking for his identity, Pinocchio does not always choose the right path and even oftentimes fail to follow Geppetto’s advice. But at the end, all of these troubles bring Pinocchio to a precious lesson about the importance of obedience, respect and honesty. It is said that Pinocchio leave Geppetto, causing him to feel a great loss and sadness. Geppetto tries to find Pinocchio and finally, Pinocchio realizes Geppetto’s love for him which makes him transformed to a real boy. Mr. Gavin Neale as the Head of School stated that Geppetto’s effort to find Pinocchio reminded him of the story of the Prodigal Son in the Gospel of Luke.

Mr. Gavin Neale, Head of School of SPH Lippo Cikarang

“The picture of Geppetto searching for Pinocchio, despite the wrong that has been done to him, reminds me of the story of the Prodigal Son that Jesus tells in Luke 15. As you watch the production I hope you too are reminded of the great love that our heavenly Father has for each one of us,” he said.

Mr. Gavin also appreciated all of the people who have worked to make this production possible and successful. All dedication, hard work and sacrifice were paid by the success and excitement of the show that day. The whole process, from the preparation until the show day, has trained every participating students to work in team and have perseverance, developed skills and talents, gained confidence and improved public speaking skill. May through this event, students of SPH can develop their God-given talents and skills for His glory. (IA)

See Also: