Fathers Gathering: “Adam and Eve” by Dr. Andik Wijaya
07 Feb 2017

Isu Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT) sedang marak dan menjadi kontroversi bukan hanya di luar negeri, namun juga di negara kita sendiri. Seringkali kita sebagai orang percaya tidak dapat mengambil sikap yang jelas terhadap isu LGBT: apakah kecenderungan ini harus diterima atau ditolak? Dimaklumi atau disembuhkan? Melihat urgensi dari masalah ini, tema “Adam and Eve” disampaikan oleh Dr. Andik Wijaya, MRepMed dalam Fathers Gathering (FG) pada hari Sabtu, 21 Januari 2017, di Hope Building-UPH. Pertemuan ini dihadiri oleh sekitar 200 orangtua maupun pendidik dari YPPH, SPH, SDH, SLH, UPH College, serta sekolah-sekolah lain.

Dr. Andik Wijaya adalah seorang dokter di bidang pengobatan reproduksi. Ia juga memiliki beban yang besar untuk mengajar dan mendorong orang percaya dalam kekudusan seksual. Dr. Andik telah mendirikan beberapa institusi, antara lain Yada Institute, The School of Everlasting Intimacy, dan juga menggalang XBT Movement serta gerakan Fight for Sexual Holiness.

Dari penjelasannya, Dr. Andik Wijaya memberikan gambaran yang komprehensif mengenai isu LGBT berdasarkan pandangan Alkitab dan medis mengenai gender, seks, dan seksualitas. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa manusia diciptakan laki-laki dan perempuan, dan hubungan sesama jenis merupakan suatu dosa. Dari segi medis, orientasi seksual dan identitas gender yang menyimpang merupakan suatu abnormalitas dan harus diterapi. Anggapan bahwa penyebab homoseksualitas adalah masalah genetika, hormon, maupun syaraf telah dibantah oleh hasil riset para ilmuwan. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk menyetujui dan mendukung LGBT. Namun, orang-orang yang bergumul dengan LGBT pun membutuhkan Kristus, sehingga walaupun kita menentang dosanya, kita harus mengasihi mereka, membawa mereka kembali kepada pertobatan.

Para orang tua dan pendidik dibekali dengan wawasan yang Alkitabiah yang juga didukung oleh pengetahuan ilmiah, guna menghadapi tantangan zaman. Respon dari beberapa peserta Fathers Gathering ini cukup positif. Mereka bersyukur dapat mendengarkan penjelasan yang begitu komprehensif dari Dr. Andik, sehingga mereka memiliki pandangan yang seimbang serta sikap yang semestinya terhadap isu ini.

Lesbian Gay Bisexual Transgender (LGBT) issue has been a controversy, not only abroad, but also in our own country. We as believers often cannot take a stand toward LGBT issue: is this kind of sexual orientation must be accepted or rejected? Should it be understood or healed? Seeing the urgency of this issue, Dr. Andik Wijaya brought “Adam and Eve” theme in Fathers Gathering held on Saturday, January 21, 2017 at Hope Building UPH. This gathering was attended by 200 parents and educators from YPPH, SPH, SDH, SLH, UPH College, and other schools.

Dr. Andik Wijaya is a medical doctor who pursued his degree in reproduction medicine. He also has a big concern in promoting and encouraging believers toward sexual purity. Dr. Andik had founded several institutions, such as Yada Institute, The School of Everlasting Intimacy, and also XBT Movement and Fight for Sexual Holiness movement.

From his explanation, Dr. Andik Wijaya gave a comprehensive view about LGBT issue based on Biblical and medical perspective about gender, sex, and sexuality. The Bible clearly states that we are created both male and female, and same-sex relationship is a sin. From medical perspective, deviant sexual orientation and gender identity are abnormal and must be treated. The assumption that the cause of homosexuality as genetic, hormones, and neurological problems have been denied by scientists’ research. Therefore, there is no reason for us to agree and support LGBT. On the other hand, people who struggle with LGBT also need Christ, and although we against the sin, we must love them, bringing them back to repentance.

Parents and educators were equipped with a Biblical view supported by science, in order to face today’s challenge. Some of the audience responded positively. They were grateful for the comprehensive explanation from Dr. Andik, so that they can have a balanced view and proper attitude toward this issue. (IA)

See Also: